Minggu, 27 April 2014
Pada 2014, Akankah Bandara Trunojoyo Benar
"Hubungan PKB dan Rhoma Irama Sudah Selesai"
WISATA SOLORAYA Yuk Jelajahi Keindahan Waduk Cengklik Boyolali!
Senin, 21 April 2014
Abu Mudi Beri Kuliah Magrib di Malaysia
Jumat, 18 April 2014
Dana Haji Harus Jelas Pengelolaannya
Selasa, 15 April 2014
Pemerintah Genjot Pembiayaan Infrastruktur dengan Sukuk
Minggu, 13 April 2014
Belanja Militer Arab Saudi Membengkak
Sabtu, 12 April 2014
Hujan Turun, Praktek Tawaf Terhenti
Tribunnews.com/Dewi Agustina
Laporan Wartawan Bangka Pos, Eri
TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Para calon jama'ah haji yang sedang melakukan praktek tawaf di Islamic Center, Bedeng Ake, kabupaten Bangka terpaksa menunda kegiatan mereka, Minggu (13/4/2014).
Mendung yang kemudian disusul hujan membuat panitia membubarkan praktek tawaf yang saat itu sedang berlangsung.
Para peserta bimbingan haji ini langsung menuju sebuah masjid di kompleks Islamic Center. Mereka kemudian beristirahat dan menyantap makanan kecil dari panitia.
Sekitar 15 menit kemudian panitia mengisi kegiatan dengan mengajarkan tata cara memakai pakaian ihram yang mengambil tempat di dalam masjid. (*)
Pemondokan Haji Setara Hotel Bintang Tiga
JAKARTA - Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama (Kemenag) tidak ingin kecolongan dalam perburuan pemondokan haji di Arab Saudi. Irjen Kemenag Mochammad Jasin memimpin langsung inspeksi. Hasilnya, hanya ada satu pemondokan yang tidak memenuhi standar.
Kemenag menetapkan pemondokan haji bisa berjenis apartemen atau hotel. Minimal kualitasnya setara dengan hotel bintang tiga. Kemenag menetapkan standar ketat karena asumsi harga sewanya cukup tinggi. Yakni, 5.000 riyal (sekitar Rp15,6 juta) per jemaah. Sedangkan kapasitas kebutuhan pemondokan mencapai 155 ribu jemaah. "Di Mekah ditemukan satu pemondokan yang tidak layak. Itulah kenapa saya berani katakan seratus persen pemondokan memenuhi kriteria," papar Jasin. Dia menilai tim pencari pemondokan dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag bekerja dengan baik. Kriteria kualitas minimal sekelas hotel bintang 3 benar-benar dipegang dan dipenuhi. Terkait dengan satu pemondokan yang di bawah standar, Jasin merekomendasikan untuk mencari pengganti. Sebelum tim pemburu pemondokan bekerja, Jasin mengatakan pihaknya sudah memberikan rambu-rambu soal kualitas pemondokan. "Jangan sampai ada lagi disparitas antara pemondokan yang bagus dengan pemondokan yang jelek. Semua jemaah haji harus menempati pemondokan dengan kualitas yang setara," tegasnya. Itjen Kemenag berupaya mengubah skenario sewa pemondokan. Sebelumnya, sewa pemondokan dikuasai makelar dan disewakan secara paket. Padahal, dalam satu paket belum tentu kualitasnya bagus semua. Saat ini Kemenag menyewa pemondokan langsung ke pemilik dan tidak secara paket. Upaya Kemenag mencari pemondokan terbantu dengan kucuran uang muka sewa sebesar Rp15,1 triliun. Dana itu diambil dari timbunan uang setoran awal jemaah porsi berangkat 2014. Kemenag juga mem-blacklist 47 unit pemondokan yang dicap gagal memberikan kualitas pelayanan optimal selama musim haji 2013. Jasin mengatakan, fokus awal pemantauannya adalah urusan pemondokan. Setelah itu, tim Itjen akan memantau katering. Dia berharap tim pemburu pemondokan, tim pengadaan katering, dan tim pencari transportasi bisa bekerja secara bersinergi. Sehingga bisa berbuah pelayanan haji yang memuaskan jemaah. (wan/ca/ce2)
Jumat, 11 April 2014
Bidik Pasar, Kemendag Ikut Pameran di Arab Saudi
Sabtu, 12 April 2014 | 11:15 WIB
Sejumlah pekerja membordir Kiswah, kain yang digunakan untuk menutupi Ka'bah, di Mekah, Arab Saudi, sebelum dimulainya ibadah haji, Selasa (8/10). REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
beritahaji2013.blogspot.com, Jakarta - Sebagai bentuk lanjutan komitmen dalam meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia untuk produk unggulan secara global, terutama makanan dan minuman, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional akan berpartisipasi pada pameran Saudi Food, Hotel & Hospitality Arabia 2014 yang ke-19. Pameran ini akan berlangsung pada 13-16 April 2014 di Jeddah, Arab Saudi.Produk makanan, minuman serta bisnis hotel menjadi salah satu bisnis utama di Arab Saudi. Hal ini menjadi target pasar Kemendag guna mendorong ekspor produk makanan dan minuman Indonesia. "Pameran ini merupakan salah satu sarana promosi ke pasar nontradisional," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Nus Nuzulia Ishak, Sabtu, 12 April 2014.Nus mengatakan Jeddah sebagai pusat dagang dan wisata Arab Saudi merupakan penghubung antara pemasok dari seluruh dunia dengan negara tetangga di kawasan Timur Tengah dan Teluk. Selain itu, industri makanan dan hospitality merupakan sektor yang paling berkembang di Arab Saudi dengan pertumbuhan wisata haji dan umroh yang juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dengan memanfaatkan peluang ini, diharapkan produk makanan dan minuman Indonesia akan lebih dikenal secara luas sehingga dapat mengurangi defisit neraca perdagangan dengan Arab Saudi akibat tingginya impor migas.Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir. Meskipun ekspor nonmigas pada 2013 agak menurun sebesar 2,11 persen dengan nilai US$ 1,74 miliar dibandingkan setahun sebelumnya, Kemendag positif dengan adanya kegiatan pameran ini dapat kembali meningkatkan ekspor ke Arab Saudi. Dengan mengusung tema "Trade with Remarkable Indonesia", Paviliun Indonesia akan dibangun di atas lahan seluas 153 meter peprsegi Kementerian Perindustrian dan kantor Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Jeddah.Kemendag menampilkan 16 perusahaan makanan dan minuman Indonesia, yang di antaranya merupakan binaan Kementerian Pertanian. Produk yang akan dipamerkan di antaranya adalah minyak sayur, makanan ringan (kacang), minuman herbal, HO-Re-Ca ( food service) disposable products and nonwoven for protection (PPE) products, nata de coco, jelly dan puding, aloe vera, aksesoris kamar mandi, makanan kaleng, teh dalam kemasan, buah segar, minyak esensial, kopi dan lain-lain.Luas Paviliun Indonesia tersebut merupakan hasil sinergi dengan Ditjen PEN dalam pemberian fasilitasi berupa stan dengan desain spesial. Fasilitasi promosi bertujuan untuk meningkatkan jumlah, frekuensi kontak, dan kontrak dagang antara eksportir Indonesia dengan pembeli luar negeri serta untuk meningkatkan peran dunia usaha dalam penetrasi pasar dan promosi ekspor.Promosi ini, kata Nus, diharapkan dapat membantu memperkenalkan produk Indonesia kepada para buyer internasional sebagai salah satu produsen dan pemasok produk makanan dan minuman olahan serta menjadi wadah penghubung untuk menjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan antara para produsen Indonesia dengan pelaku usaha Arab Saudi, kawasan Timur Tengah dan Teluk, maupun internasional. Pameran Saudi Food, Hotel & Hospitality Arabia merupakan pameran internasional yang diadakan setiap tahun. Tahun lalu pameran yang menampilkan 400 exhibitor produk makanan dan minuman, hotel and hospitality, serta sektor pengemasan dalam lahan seluas 40 ribu m2 ini dikunjungi oleh sekitar 18 ribu pengunjung dari 22 negara, di antaranya adalah Jerman, Pakistan, India, Libanon, Malaysia, Cina, Turki, dan Mesir.Terpopuler:
Alat untuk Memindai Data dan PenelitianPembangunan Bendungan Teritip DimulaiPT Matahari Siap Buka Gerai Baru di Luar Jawa
Biro Perjalanan Haji dan Umroh Ilegal Jadi Pekerjaan Rumah Kementerian ...
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Dua orang warga mendapat penjelasan tentang program umroh di salah satu stan biro perjalanan haji dan umroh di acara Pameran Haji dan Umroh 2013 di Atrium Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (13/3/2013). Pada pameran yang akan berlangsung hingga 17 Maret 2013 itu, respon masyarakat untuk mengikuti perjalanan umroh (April-Agustus) cukup tinggi dengan harga promo diskon 10 persen dari harga Rp 15 juta (paket regular) - Rp 27 juta (paket plus) per orang. Khusus paket plus akan mendapat tambahan city tour ke Turki, Kairo, Akso Aman, Dubai, Cina Muslim dan Tajmahal. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Randa Rinaldi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekarang ini penyelenggara haji dan umroh dilakukan biro maupun lembaga perjalanan haji. Penyelenggara haji melalui biro perjalanan tidak selalu mendapat izin.
Sesuai dengan peraturan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 Penyelenggaraan Ibadah Umroh diatur bahwa penyelenggara haji dan umroh bisa diberangkatkan melalui biro yang mendapatkan izin dari Kementerian Agama.
Saat ditemui Tribun di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Jakarta Pusat, Kepala Seksi Perizinan Masalah Umroh, Mahdisin mengatakan saat ini biro perjalanan haji dan umroh yang terdaftar sebanyak 601 di bawah Kementerian Agama.
Banyaknya biro perjalanan haji dan umroh yang bersifat ilegal menjadi permasalahan yang harus diselesaikan baik oleh kementrian agama maupun pihak berwajib.
Menurut pria lulusan UIN Syarif Hidayatullah ini biro perjalanan haji yang bersifat ilegal itu harus ditindak secara hukum karena sudah masuk kasus penipuan.