Minggu, 08 Desember 2013
Pemerintah Sempurnakan Penempatan Dana Haji di SBSN
Rabu, 04 Desember 2013
Pemerintah Sempurnakan Penempatan Dana Haji di SBSN
Sabtu, 16 November 2013
Orang
Rabu, 13 November 2013
Pemerintah Diminta Segera Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2013
beritahaji2013.blogspot.com JAKARTA -- Musim haji tahun 2013 telah berakhir. Kementerian Agama (Kemenag) RI diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh penyelenggaraan haji 2013. Ketua Rabithah Haji Indonesia, Ade Marfuddin mengatakan, walaupun pemerintah mengklaim penyelenggaraan haji tahun ini suda berjalan lebih baik di bandingkan tahun lalu, evaluasi besar penyelenggaraan haji tetap harus dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholders."Evaluasi melibatkan seluruh stakeholder ini penting agar klaim yang disampaikan pemerintah itu bisa dilihat kebenarannya," ujar Ade kepada beritahaji2013.blogspot.com, Rabu (13/11). Ade meyakini walaupun pemerintah sudah mengklaim bahwa penyelenggaraan haji tahun ini sudah cukup baik, tapi tetap ada beberapa catatan yang pasti luput dari pantauan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) sebagai penyelenggara.Karenanya, usulan evalusi haji ini melibatkan seluruh stakeholder menjadi bagian penting. Karena, kata dia, selama ini evaluasi yang dilakukan pemerintah lebih pada evaluasi internal misal dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari masing-masing daerah dan embarkasi dan Kementerian Kesehatan. Kalaupun melibatkan pihak lain, hanya Penyelenggara Ibadah Haji Khusus dan pihak maskapai penerbangan. Catatan evaluasi penyelenggaraan haji selama ini, terang dia, lebih terkesan formalistik karena lebih ditekankan pada internal PPIH. Evaluasi penyelenggaraan pun hanya pada aturan yang ada. Ia mencontohkan, masalah manasik haji. Selama ini, kata dia, penguasaan jamaah haji terhadap pelaksanaan rukun dan wajib haji masih minim. "Kalau melihat aturan main manasik hanya tujuh kali, tapi apakah tujuh kali itu cukup?," tegasnya. Sedangkan banyak jamaah yang bahkan sudah manasik tujuh kali pun belum memahami pelaksanaan haji yang baik.Selain itu, kata dia, masih banyak hal lain yang masih perlu ditingkatkan seperti transportasi dengan tingkat delay pesawat yang belum memuaskan. Akomodasi para jamaah yang masih diluar dari disyaratkan dan juga katering. Ia menilai semua itu perlu mendapatkan masukan dari para jamaah, khususnya jamaah haji reguler. Selama ini keluhan yang bisa didengar lebih pada haji khusus. Karena mereka dapat langsung mengungkapkan keluhan mereka ke PIHK, sedangkan reguler belum tentu."Kami usulkan semua stakeholder terdiri dari sebagian besar perwakilan ormas Islam, elemen masyarakat, kelompok pemerhati haji atau pengamat dan juga wartawan," ujarnya. Dengan evalusi yang dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai stakeholder ini, ia yakin celah kekurangan penyelenggaraan haji tidak lagi dilakukan tambal sulam. Tapi perbaikan penyelenggaraan haji yang lebih menyeluruh.Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali sekembalinya dari Tanah Suci beberapa pekan yang lalu, mengungkapkan rencana evaluasi penyelenggaraan haji 2013 apabila dilakukan pada Januari atau Februari 2014. Ini dikarenakan hingga saat ini masih ada penyelenggaran haji yang belum sepenuhnya selesai hingga diperkirakan pada akhir tahun ini. Menag mengatakan tahun ini penyelenggaraan haji jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Namun Menag tetap memberikan catatan untuk perlunya peningkatan layanan dengan evaluasi kedepan. Selama ini, kata dia, penyelenggaraan haji tela diawasi oleh berbagai elemen masyarakat. "Penyelenggaraan haji ini diawasi oleh DPR, DPD, Komisi Pengawas Haji, Irjen Kemenag, BPK, BPS, Masyarakat dan Ormas termasuk media, jadi evaluasi haji selama ini sudah dilakukan secara menyeluruh," ungkapnya. Ia mengakui, beberapa kekurangan untuk evaluasi kedepan diantaranya pada pemondokan, katering, akomodasi termasuk ontime performance penerbangan haji. Karenanya, Suryadharma berjanji pada evaluasi untuk penyelenggaraan haji tahun depan diantaranya, perlunya ada katalog pemondokan dan peningkatan ontime performance bagi penerbangan haji. Memasuki masa berakhirnya penyelenggaraan haji, PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah menggelar tasyakuran. Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja sama dan kerja keras berbagai pihak, baik muassasah, naqabah, maktab, dan terutama para petugas Daker Makkah, hingga operasional haji 1434H/2013M berjalan dengan baik dan lancar. "Atas segala kesalahan dan kekurangan, mohon dibukakan pintu maaf," terang Arsyad.Pihak muassasah dan naqabah yang didaulat untuk memberikan sambutan juga menyampaikan hal yang sama. Mereka mengapresiasi kerja dan kinerja petugas Daker Makkah selama memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia. "Ke depan, saya berharap kerja sama yang sudah baik ini akan terus berjalan dan menjadi lebih baik lagi," kata Syekh Thayyib yang mewakili pihak Muassasah. Selesai menjalani masa pengabdian, petugas Daker Makkah dijadwalkan langsung diterbangkan ke Tanah Air November ini.
Minggu, 27 Oktober 2013
Suhu di Padang Arafah Saat Wukuf Mencapai 37 Derajat Celcius
'Melayani Kesehatan Haji itu Harus Ikhlas'
Kamis, 24 Oktober 2013
Waduh.. Jamaah Haji Minta Diantar dari Mekah ke Halim Pakai Taksi
Rabu, 16 Oktober 2013
Berseteru 25 Tahun, 2 Jamaah Haji Asal Indonesia Rujuk di Arafah
Selasa, 15 Oktober 2013
Suhu di Padang Arafah Saat Wukuf Mencapai 37 Derajat Celcius
Minggu, 13 Oktober 2013
Seluruh Jemaah Calon Haji Asal Solo Tuju Arafah
Menjelang puncak ibadah haji, Jumat (4/10/2013) lalu, Kakbah dan Masjidil Haram semakin padat jemaah calon haji. (JIBI/Solopos/Antara/Fitri Supratiwi)
Solopos.com, BOYOLALI - Seluruh jemaah calon haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Solo telah meninggalkan Madinah. Sebanyak 26.444 calon haji itu kini dalam perjalanan menuju ke Arafah.
Angka tersebut tertera dari data informasi terakhir dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Minggu (13/10/2013). Informasi lain dari Siskohat, tidak ada calon haji yang menderita sakit atau sedang menjalani perawatan.
Petugas pemantau Siskohat Dani Budiyanto dan Nur Adi kepada Solopos.com menjelaskan jemaah calon haji akan tiba dan bermalam di Arafah pada malam harinya. Keesokannya, tepat di hari Idul Adha, para jemaah berada di Arafah selama satu hari.
"Jemaah berada di Arafah dari pagi hingga sore. Belum ada informasi haji terkait jemaah yang meninggal atau yang sakit, baik melalui telepon atau Siskohat. Biasanya informasi haji akan muncul pada saat jemaah melakukan perjalanan ke Mina," paparnya.
Ia mengatakan, setelah dari Arafah, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Mina dilajutkan ke Muzdalifah. Di perjalanan, mereka sembari melakukan mabid atau berhenti sejenak mengambil kerikil untuk lempar jumrah ketika sesampainya di Mina nanti.
Untuk kepulangan haji, dari Kanwil Kementerian Agama (Kanwil) Provinsi Jawa Tengah akan masuk debarkasi pada 18 Oktober mendatang. Rencananya, dalam kedatangan jemaah haji pertama pada 21 Oktober, pihaknya akan mengundang Gurbernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Sabtu, 05 Oktober 2013
Tengah Pemeriksaan Kesehatan, Calhaj Asal Klaten Nyaris Kehilangan Rp3,4 ...
PPIH Ingatkan Calhaj Rawan Tersesat
Tim sapu jagat bertugas menyisir dan mengantarkan calon haji yang tersesat di Tanah Suci. (kemenag.go.id)
Solopos.com, BOYOLALI - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mengingatkan para jemaah calon haji (calhaj) untuk selalu bergerombol dengan kelompoknya saat berada di Tanah Suci. Hal tersebut mengingat banyak laporan jemaah tersesat karena terpencar dari kelompoknya atau sering bepergian sendiri.
Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Solo, Badrus Salam melalui Staf Subbag Pengumpulan dan Pengolah Data (Pulahta), Roqi Setyawan saat ditemui Solopos.com, Sabtu (5/10/2013) mengimbau para jemaah untuk selalu bergerombol.
Petugas PPIH yang berada di Tanah Suci sering kali menerima laporan jika banyak yang calhaj yang kesulitan menemukan arah kembali ke lokasi penginapan.
"Banyak laporan jamaah haji yang tersesat karena pergi belanja. Atau, mereka terpisah dari rombongannya saat melakukan serangkaian ibadah haji. Laporan tersebut diterima dari petugas PPIH saat melakukan pengecekkan di penginapan jemaah setelah beberapa hari tidak kembali," jelasnya.
Ia mengatakan, hal itu biasanya sering terjadi pada jemaah yang berusia lanjut. Mereka tersesat karena fisiknya sudah lelah dan tidak bisa konsentrasi mengingat jalan pulang.
"Misalnya jemaah setelah salat Magrib di Masjidil Haram, saat itu jemaah terpencar dari kelompoknya dan tidak bisa kembali pulang," paparnya.
Untuk itu, ia mengimbau jemaah calhaj selalu memperhatikan dan mengingat tanda-tanda jalan yang dilaluinya. Meski di sana banyak petugas PPIH yang bertugas mengembalikan jemaah yang tersesat.
"Jika tersesat, jemaah lebih baik istirahat sebentar sambil mengingat-ingat kembali jalan pulang. Jika tidak bisa mengingatnya, jemaah bisa mencari petugas PPIH di sana. Mereka memakai baju berwarna biru muda, di lengan tanganya terdapat tanda bendera merah putih," paparnya.
Selasa, 01 Oktober 2013
Pedagang Oleh
Senin, 23 September 2013
Arab Saudi Yakin Haji 2013 Bebas Virus Corona
Kamis, 19 September 2013
SOLOPOS.COM > Haji > HAJI 2013 : Jemaah Kloter 1 Embarkasi Solo Mulai ...
Solopos.com, BOYOLALI - Jemaah calon haji (calhaj) Embarkasi Solo dijadwalkan mulai bergerak dari Madinah ke Mekah pada Kamis (19/8). Mereka akan bergerak setelah menuntaskan 40 kali salat wajib di Madinah.
Kasubbag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo 2013, Badrus Salam, Kamis (19/8/2013), menjelaskan sesampainya di Madinah, jemaah calhaj membuat kesepakatan agar bisa tinggal di Madinah dalam kurun waktu 40 kali salat wajib. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu sunah yang diutamakan.
"Setelah itu, jemaah calhaj bergerak ke Mekah. Mereka diangkut oleh bus yang disediakan pemerintah Arab Saudi. Kami memiliki PPIH Arab Saudi yang bertugas menangani permasalahan-permasalahan yang dialami jemaah asal Indonesia, termasuk mengatur jemaah yang naik ke bus," terangnya.
Menurutnya, kebiasaan calhaj asal Indonesia yang tiba awal di Arab Saudi adalah melakukan umrah wajib sebelum menjalankan rukun haji. Calhaj tersebut, lanjutnya, mulai memakai pakaian ihram sejak berada di Bir Ali. "Bir Ali adalah tempat miqat [batas awal berniat umrah] jemaah calhaj asal Indonesia yang akan melaksanakan umrah wajib. Setelah tiba di Mekah, mereka melaksanakan tawaf, sai dan tahalul," ujarnya.
Selesai melaksanakan umrah wajib, jemaah calhaj asal Indonesia akan menempati pemondokan yang ada di Mekah. Mereka akan menjalankan ibadah seperti biasa hingga menunggu waktu wukuf di Arafah. "Selesai menjalankan rukun haji, jemaah haji Indonesia akan melakukan tawaf wada [mengelilingi Kakbah untuk terakhir kali]. Setelah itu mereka bersiap untuk pulang ke Tanah Air melalui Bandara King Abdul Azis, Jeddah," pungkasnya.
Senin, 15 Juli 2013
Kuota haji tahun 2013 sudah terpenuhi
Dirjen Penyelenggaraan Haji Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Anggito Abimanyu menegaskan kuota haji di tahun 2013 sudah terpenuhi. Kuota tersebut sudah dipenuhi pasca-pemotongan 20 persen."Total 168.800 terdiri dari 155.200 reguler dan 13.600 haji khusus," ujar Abimanyu di rumahnya saat jumpa pers, Jakarta, Senin (15/7).Abimanyu merincikan dari hasil verifikasi terhadap jamaah haji reguler, terdapat 575 orang yang menunda keberangkatannya. Hal itu karena ada yang sudah haji, terpisah keluarga inti, sakit dan batal"Kalau masih minat, mereka akan menjadi prioritas untuk tahun depan," katanya.Untuk haji khusus, lanjut Abimanyu, ada 594 jemaah yang menunda keberangkatannya. Alasannya pun sama dengan yang haji reguler dan akan diprioritaskan di tahun depan."Nah untuk haji khusus ada 594 jemaah sebagai pengganti yang diusulkan sepenuhnya oleh PIHK," tuturnya.Bagi para calon haji yang ingin mengetahui daftar nama yang berangkat dan tunda dapat mengakses di www.haji.kemenag.go.id atau melalui call center haji di 500425."Kepada yang ditunda harap bersabar dan menerima sambil mendalami manasik haji dan persiapannya," katanya.
KUOTA HAJI BERKURANG : DIY Akan Berangkatkan 2.455 Calon Haji
Harian Jogja.com, JOGJA -Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) DIY bakal memberangkatkan 2.455 calon jamaah haji di wilayahnya ke tanah suci, pada 10 September 2013 mendatang.
Sebelum diberangkatkan dalam 7,5 kloter yang disediakan, mereka akan menjalani karantina di asrama haji Donohudan, Boyolali sehari sebelumnya.
"Jadi nanti satu kloter akan berisi sebanyak 175 calon jamaah haji," kata Kepala Kanwil Kemenag DIY Maskul Haji, Senin (15/7/2013).
Editor: Nina Atmasari | Dalam : Z-index |